Sebuah pertemuan yang dilandasi dengan unsur ketidak sengajaan.
yach........ Itulah awal dari cerita antara aku dan dia.
sapa saja aku dengan lestari, dengan ranbut yang agak kecoklatan lurus panjang, berkulit putih dan tinggi sekitar 165cm. Aku berasal dari salah satu Unifersitas swasta di medan dan masih duduk di semester 1.
Waktu pulang kuliah, seperti biasa nya Aku menunggu angkot dibawah pohon beringin tepat didepan kampus bersama sahabat - sahabat ku.tetapi tidak seperti biasanya angtkot yang menuju kearah rumah ku tak tampak di pelupuk maya. aku dan sahabat - sahabat ku tidak pernah naik angkot yang sama karena arah rumah kami yang berbedah. sambil menunggu, tiba - tiba saja ......... upzzzz ....... awh...........
aku di tabarak pria tampan, hitam manis tinggi sekitar 170 cm, yang sedang terlihat buru - buru. spontan saja tubuhku ter pental dengan sedikit luka di paha dan di siku,
"Maaf, aku tidak sengaja!!!!!" katanya dengan lembut sambil membantuku untuk bangkit kembali. " Sekali lagi maaf ya, aku sedang terburu - buru jadi tidak liat - liat. oh ya namaku izal, Mungkin saja aku bisa menebus kesalahan dan keteledoranku dengan mengetahui nama dan nomor handphone kamu, kamu tidak keberatan kan?" tanaya nya sambil berjambat tangan dengan ku.
" Emmm.... nama ku tari, dan nomor hendphone aku 085297683255. Tapi kamu tidak usah repot - repot aku tidak apa - apa kok, Besok saja sudah sembuh. " jawab ku dengan sedikit malu - malu.
"Tari, nanti sehabis aku menyelesaikan semua urusan ku, aku akan menelpon mu. Trus, kamu tidak apa - apakan aku tinggal disini sendiri ?"Tanya izal. " Enggak apa - apa lagi, lagian angkot nya udah adah tu!!!"jawab ku.Di dalam angkot, aku berfikir kenapa dijama ini masih ada pria tampan yang tidak menjual mahal kata - kata maaf nya.
setiba dirumah, aku langsung masuk kekamar dan meletak kan tas trus berbaring dikasur yang bercorak seribu bunga sekitar dua jam kemudian handphone ku berdering, ada yang meanggil tanpa nomor yang aku kenali siapa.
Hallo, assalamualaikum, ini siapa ? tanya ku sambil menjawab telphone yang tidak aku kenal itu.
waalaikum salam jawabnya ini izal "gimana luka nya masih sakit" tanyanya dan aku langsung tersentak ketika ia menyebutkan namanya
enggak apa - apa kok besok juga sudah sembuh jawab ku dengan lembut
"sekali lagi maaf ya atas kejadian tadi, izal buru - buru karena ada tugas dari dosen yang ketinggalam di rumah. karena sikap terburu - buru, ada orang didepan langsung ditabrak dech ! beneran tidak apa -apa kan izal jadi ngerasa tidak enak ni!!! oh ya izal boleh tau gak dimana alamat rumah tari siapa tau izal boleh datang kerumah nya" jelas izal dengan tenang.
"iya izal ............ tari juga tau koq kalau izal tidak sengaja. Rumah tari dijalan melati medan selatan, kalau pintu rumah tari juga terbuka lebar untuk izal ( jawab ku dengan sedikit lelucun untuk mencairkan suasana)
" tari bisa aja, sebelumnya thanks...........yach,lain kali izal dateng kerumah. Udah dulu ya, sampai ketemu nanti.
assalamaualaikum
waalaikum salam " jawab ku sambil mematikan telephone nya
Seminggu kemudian, pada pukul 19.00 Wib ada yang ketuk pintu rumah ku. pria yang mengenakan kemeja putih panjang dan rapi.
ternyata oarang yang sedang berdiri di depan pintu rumah ku adalah orang yang persis menabrakku minggu lalu di depan kampus. Aku langsung mempersilahkan masuk dan duduk. DSengan segala tanya jawab, lelucon yang menyebabkan tawa, seakan kami sudah cukup lama saling kenal.
bukan malam itu saja izal datang kerumah ku, tetapi sering kali sehingga kami sudah mengenal karakteristik satru sama lain.
Hari ini tepat setahun aku dan izal saling mengenal. Hingga pada suatu malam, dia menyatakan cinta nya padaku, hati ini serasa tidak percaya, raga ini seakan melayang hingga menyentu awan, jantung ini juga seakan berhenti untuk sesaat atas semua pernyataan nya. Melengkapi segala kekurangan dan memperbaiki segala kesalahan itu lah kata - kata yang keluar dari bibirnya. Hari ini merupakan hsari yang sepesial dalam hidup ku, dan aku tidak akan menyia - nyiakan moment indah ini dalam hidupku.
Hingga sampai sekarang aku masih berpacaran dengan nya.
